Senin, 21 Juli 2014

Special Note

assalamualaikum.. malam malam gini tumben banget aku ingin berbagi cerita di blog, hehe gak ada kerjaan sih dirumah.maklum liburan pasca UAS panjang banget, 2 bulan broo.
liburan panjang bagiku ini adalah saatnya aku bertemu ibuku yang sendirian dirumah, membahagaikan beliau selagi aku bisa. ya  hidupku saat ini bagaikan hanya untuk ibu, bukan berarti aku manja lho yaa.. wkwkwk.kayaknya personal banget deh aku cerita, tapi ya hehe mumpung aku lagi pengen berbagi cerita. 2 tahun yang lalu aku kehilangan ayah, yaa ayahku pergi untuk selamanya. berat banget rasanya aku tanpa ayah. aku kira dulu aku gak bisa hidup tanpa kehadiran ayah. karena ayahlah yang membimbingku, menjadi imam di rumah, menjadi panutan, terutama yang menafkahi keluargaku. sedih jelaas.. nangis hampir setiap hari.. setres so pasti.. rasanya aku gak ada semangat hidup, gak ada semangat sekolah.. seperti mimpi aku kehilangan ayah, sekejap hilang untuk selamanya. masih teringat jelas semua kegiatan yang dilakukan ayah saat masih hidup, kita jalan jalan, bercanda tawa, ayahku sangat sayang, karena ya mungkin faktor aku anak bungsu juga ya. hehe.. sampai sekarangpun aku tak bisa melupakan ayah.sama sekali tak bisa. kadang halusinasiku menganggap ayah masih ada, kadang aku melihat bapak bapak yang lewat di pinggir jalan seperti ayahku tapi seketika aku sadar kalau itu bukan ayah.saat aku rindu ayah aku hanya bisa diam, mengenang kenangan masa lalu dan dengan sendirinya meneteskan air mata. dan saat dirumah aku selalu ke rumah abadinya, selalu meneteskan air mata di depan rumah abadinya, ya karena aku sangat rindu. aku sangat gembira ketika ayah datang di mimpiku dan melihat ayah tersenyum.. bahagia banget pokoknya.
yang sampai sekarang aku gak tega melihat ibuku karena ibuku yang harus bekerja sangat keras sendiri agar bisa menyekolahkanku, ya sekarang tanggungan ibuku tinggal aku. kakak kakakku udh kerja semua, otomatis bisa menghasilkan uang sendiri. kadang aku tak ingin kuliah karena aku kasihan sama ibu tapi ya kalo aku gak kuliah masa depanku bagaimana.sampai sekarang diam-diam aku masih sering melihat ibuku menangis, tak mau makan, tak semangat hidup, tak semangat kerja, yaa semua itu karena kita semua di tinggal ayah tercinta.
ibu selalu bilang, ayahmu meninggal mendadak dan gak sakit, kematian tak ada yang tau. kamu masih beruntung punya ibu, masih bisa masakin kamu, masih bisa merawat kamu, masih bisa memberi makan kamu, masih bisa menguliahkan kamu, bayangkan kalau ibu gak kerja, gak tau mau hidup pakai uang darimana.bersyukurlah kamu nak meskipun kamu berat ditinggal ayahmu.
ibu adalah imamku sekarang. seoarang wanita yang tangguh, kuat, tak mau putus asa, tak mau di remehkan orang, pekerja keras. aku salut sama ibu.
yang aku bisa lakukan sekarang membahagiakan ibu semaksimal mungkin, tak boleh membuat beliau kecewa sedikitpun. kini aku semangat karena ibu.
malam ini cukup sampai disini aja ya ceritanya.. semoga lain waktu aku bisa berbagi cerita, berbagi ilmu.amin. :D